Kredibilitas Media Online: Pengertian dan Faktor Penentu

thumbnail
,
Kredibilitas Media Online
Kredibilitas Media Online: Pengertian dan Faktor Penentu.

Kredibilitas Media (Media Credibility) adalah tingkat keterpercayaan pemberitaan media. Makin kredible sebuah media, maka tingkat kepercayaan publik terhadap pemberitaan media tersebut kian tinggi.

Secara bahasa, kredibilitas (credibility) artinya kepercayaan atau keadaan dapat dipercaya, berakar kata credible yang artinya dapat dipercaya. .

"The concept of media credibility is related to the more general concept of trust. If one views media credibility as audience trust applied to the news media, then one needs to better understand the concept of trust." (Oxford Bibliographies)

Hasil studi Pew Center menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemberitaan media menurun.

TV Media Paling Kredibel

Sebuah survei tahun 1961, untuk melihat media mana yang memiliki kredibilitas paling tinggi, menempatkan televisi sebagai media terbaik dan sumber berita yang paling kredibel. 

Hasil survei yang dimuat Doris A. Graber dalam Processing Politics: Learning from Television in TheInternet Age (Chicago: University of Chicago Press, 2001) menunjukkan, media cetak (suratkabar/koran) memiliki keuntungan lebih karena mampu menyajikan berita dengan lebih mendalam dan waktu yang dimiliki lebih panjang untuk mengecek kebenaran sebuah berita. 

Namun, menurut Graber, televisi menjadi lebih populer dari karena banyak orang menemukan bahwa televisi menjadi media yang paling mudah, paling cepat, dan paling menyenangkan dalam mendapatkan informasi.

Faktor Kredibilitas Media 

Faktor penentu kredibilitas media antara lain:
  1. Balance. Keseimbangan dalam pemberitaan, termasuk menyajikan dua pihak yang saling bertentangan (covering both side).
  2. Accuracy. Keakuratan konten berita, baik dalam arti data dan fakta yang disajikan, maupun dalam hal kesesuaian judul dengan isi berita. 
  3. Currency. Kebaruan, aktualitas, up to date, atau timeliness. 
  4. Fairness. Kejujuran dan kewajaran dalam pemberitaan. Fairness juga bermakna "rasionalitas" atau masuk akal tidaknya sebuah pemberitaan.
  5. Impartial. Tidak bias atau tidak memihak.

Kredibilitas Media Online

Era internet memunculkan banyak media online, mulai dari situs berita hingga blog (situs yang dikelola secara perorangan).

Banyak media online, terutama blog berita, yang memiliki kredibilitas rendah karena tidak memenuhi lima faktor penentu kredibilitas di atas.

Bahkan, data Dewan Pers menunjukkan, mayoritas media online di Indonesia saat ini tidak profesional alias media abal-abal. (Baca: Mayoritas Media di Indonesia Tidak Profesional alias Media Abal-Abal).

Sayangnya, pengguna internet turut andil dalam mempopulerkan media-media abal-abal tersebut, dengan cara membagikan (share) berita di media sosial. Banyak pengguna Facebook yang "asal share" tanpa mencermati kredibilitas sebuah situs atau blognya.

Sesuai dengan ketentuan Dewan Pers, media online yang profesional dan kredibel akan berbadan hukum dengan alamat dan tim redaksi yang jelas.

Dalam pemberitaan, media profesional dan kredibel akan mematuhi kode etik jurnalistik, menulis berita sesuai dengan kaidah jurnalistik, judul sesuai dengan isi, dan bertujuan memberi informasi (to inform), bukan bermisi mempengaruhi (to influence) seperti media propaganda.

Dalam kasus media online, dalam hal ini blog berita, sejumlah blog sayangnya "mendominasi" hasil pencarian karena trik mereka dalam pengoptimalan mesin pencari (SEO).

Saat dibuka atau dibaca, tulisannya sangat tidak enak dibaca dan begitu banyak pengulangan kata kunci demi memenuhi aspek 'kepadatan kata kunci' (keywords density). Anehnya, Google tidak menganggapnya sebagai 'spam' dan malah dimanjakan di peringkat atas halaman hasil pencarian (SERP).

Demi trafik, pageviews, dan peringkat, media online berlomba-lomba menerapkan tips dan trik SEO yang berakibat pada tulisan yang "tidak alami" sehingga tidak enak dibaca. Mereka menulis untuk mesin, bukn untuk manusia.

Jika Anda menemukan situs berita atau media online yang isi tulisan untuk mesin seperti itu, tidak usah dikunjungi lagi, karena hanya akan memusingkan Anda.

Demikian ulasan ringkas tentang 'Kredibilitas Media Online'. Wasalam. (http://www.baticmedia.com).*

Media Sosial Jadi Sumber Rujukan Utama Generasi Muda

thumbnail
Media Sosial Jadi Sumber Rujukan Utama Generasi Muda
Media Sosial menjadi sumber rujukan utama generasi mudah Australia dalam memperoleh berita. Sebanyak 84 persen warga Australia menggunakan jejaring media sosial.

Hampir sepertiganya memeriksa akun media sosial mereka sebanyak empat sampai lima kali dalam sehari

Menurut data dan kesimpulan sebuah penelitian terbaru di Australia, media sosial menuju posisi sebagai sumber referensi berita utama bagi kebanyakan warga Australia. 

Dilansir Radio Australia, platform baru ini sekarang mengalahkan metode iklan tradisional sebagai bentuk baru paling efektif dalam mempromosikan bisnis atau layanan.

Berdasarkan survei yang dilakukan sebuah firma layanan profesional, Deloitte, hampir separuh responden dalam survei menempatkan tinjauan dari orang di lingkaran media sosial mereka di urutan teratas dari tiga besar hal yang paling mempengaruhi keputusan membeli mereka.

"Iklan TV selalu menempati urutan kedua, di belakang promosi dari mulut ke mulut, dan tahun ini kita melihat posisi itu telah berubah dan saya kira perubahan yang telah terjadi ini cukup menarik," kata penulis survei dari Deloitte, Nicola Alcorn.

Survey konsumen media The Deloitte, dirilis Senin (15/8/2016), didasarkan pada pendapat lebih dari 2.000 warga Australia berusia 14 hingga 69 tahun.

Survei tahun ini menyoroti pengaruh luar biasa dari media sosial dan mendapati sebanyak 84 persen warga Australia menggunakan jejaring media sosial.

Hampir sepertiganya memeriksa akun media sosial mereka sebanyak empat sampai lima kali dalam sehari dan pengiklan menyasar para pengguna media sosial tersebut.

Hasil survei The Deloitte memperkuat hasil studi sebelumnya yang menunjukkan media sosial mulai menggantikan posisi media massa dan/atau situs-situs berita sebagai andalan untuk mendapatkan berita.

Menurut hasil studi Pew Research Center seperti dikutip Journalists Resource, sebanyak 63% pengguna Facebook di Amerika Serikat mengakui, mereka mendapatkan berita di jejaring sosial itu.

Sebanyak 63% pengguna Twitter juga mengatakan hal yang sama. Mereka melihat platform media sosial terpopuler setelah Facebook itu menjadi sumber berita.

Studi terhadap publik di Indonesia juga menujukkan hasil serupa. Menurut hasil riset Edelman Trust Barometer 2016 di Indonesia, media sosial dan mesin pencari (Google, Bing/Yahoo) kini menjadi sumber informasi yang paling banyak digunakan dalam mencari berita, jauh meninggalkan TV, koran, blog, dan majalah.*

Cara Membuat Posting Terbaru plus Gambar Per Label di Homepage Blogger

thumbnail
Cara membuat widget Posting Terbaru plus Gambar Thumbnail Per Label di Homepage Blogger. 

HAMPIR semua website, termasuk blog, nemapilkan posting atau tulisan terbaru di halaman depan (homepage).

Tips desain halaman depan blog dari All Blog Solution berikut ini akan menjadikan beranda blog Anda mirip tampilan majalah (magazine style), tidak simple seperti kebanyakan blog.

Tampilan blog magazine style biasanya digunakan oleh blog dengan niche berita atau banyak kategori (multi-label). Dengan begitu, tiap posting terbaru di label tertentu akan muncul di halaman depan.

Posting Terbaru plus Gambar Thumbnail Per Label di Homepage Blogger

Posting Terbaru plus Gambar Thumbnail Per Label

Cara Memasang Widget Posting Terbaru plus Gambar

Berikut ini Kode Posting Terbaru plus Gambar Thumbnail Per Label di Homepage Blogger dan cara memasangnya.

KODE CSS
Simpan di atas kode ]]></b:skin> atau </style>

img.label_thumb{float:left;margin-right:15px !important;height:65px; /* Thumbnail height */width:65px; /* Thumbnail width */border: 1px solid #ff00ff;}
#label_with_thumbs {float: left;width: 100%;min-height: 80px;margin: 0px 15px 2px 0px;padding: 1;}ul#label_with_thumbs li {padding:6px 0;min-height:60px;margin-bottom:1px;border-bottom: 1px solid #ff99ff;}
#label_with_thumbs li{list-style: none ;padding-left:1px !important;}
#label_with_thumbs a { text-transform: none;}#label_with_thumbs strong {padding-left:1px; }



KODE JAVASCRIPT: 
Simpan di atas </head> atau </body>

<script type='text/javascript'>//<![CDATA[function labelthumbs(json){document.write('<ul id="label_with_thumbs">');for(var i=0;i<numposts;i++){var entry=json.feed.entry[i];var posttitle=entry.title.$t;var posturl;if(i==json.feed.entry.length)break;for(var k=0;k<entry.link.length;k++){if(entry.link[k].rel=='replies'&&entry.link[k].type=='text/html'){var commenttext=entry.link[k].title;var commenturl=entry.link[k].href;}if(entry.link[k].rel=='alternate'){posturl=entry.link[k].href;break;}}var thumburl;try{thumburl=entry.media$thumbnail.url;}catch(error){s=entry.content.$t;a=s.indexOf("<img");b=s.indexOf("src=\"",a);c=s.indexOf("\"",b+5);d=s.substr(b+5,c-b-5);if((a!=-1)&&(b!=-1)&&(c!=-1)&&(d!="")){thumburl=d;}else thumburl='http://3.bp.blogspot.com/-zP87C2q9yog/UVopoHY30SI/AAAAAAAAE5k/AIyPvrpGLn8/s1600/picture_not_available.png';}var postdate=entry.published.$t;var cdyear=postdate.substring(0,4);var cdmonth=postdate.substring(5,7);var cdday=postdate.substring(8,10);var monthnames=new Array();monthnames[1]="Jan";monthnames[2]="Feb";monthnames[3]="Mar";monthnames[4]="Apr";monthnames[5]="May";monthnames[6]="June";monthnames[7]="July";monthnames[8]="Aug";monthnames[9]="Sept";monthnames[10]="Oct";monthnames[11]="Nov";monthnames[12]="Dec";document.write('<li class="clearfix">');if(showpostthumbnails==true)document.write('<a href="'+posturl+'" target ="_top"><img class="label_thumb" src="'+thumburl+'"/></a>');document.write('<strong><a href="'+posturl+'" target ="_top">'+posttitle+'</a></strong><br>');if("content"in entry){var postcontent=entry.content.$t;}elseif("summary"in entry){var postcontent=entry.summary.$t;}else var postcontent="";var re=/<\S[^>]*>/g;postcontent=postcontent.replace(re,"");if(showpostsummary==true){if(postcontent.length<numchars){document.write('');document.write(postcontent);document.write('');}else{document.write('');postcontent=postcontent.substring(0,numchars);var quoteEnd=postcontent.lastIndexOf(" ");postcontent=postcontent.substring(0,quoteEnd);document.write(postcontent+'...');document.write('');}}var towrite='';var flag=0;document.write('<br>');if(showpostdate==true){towrite=towrite+monthnames[parseInt(cdmonth,10)]+'-'+cdday+' - '+cdyear;flag=1;}if(showcommentnum==true){if(flag==1){towrite=towrite+' | ';}if(commenttext=='1 Comments')commenttext='1 Comment';if(commenttext=='0 Comments')commenttext='No Comments';commenttext='<a href="'+commenturl+'" target ="_top">'+commenttext+'</a>';towrite=towrite+commenttext;flag=1;;}if(displaymore==true){if(flag==1)towrite=towrite+' | ';towrite=towrite+'<a href="'+posturl+'" class="url" target ="_top">More »</a>';flag=1;;}document.write(towrite);document.write('</li>');if(displayseparator==true)if(i!=(numposts-1))document.write('');}document.write('</ul>');}//]]></script>


Save Template!

PASANG KODE HTML

1. Klik "Layout" > "Add a Gadeget" > pilih "HTML/Javascrpt"
2. Copas kode berikut ini di kolom 'Content'

 <script type='text/javascript'>var numposts = 3;var showpostthumbnails = true;var displaymore = false;var displayseparator = true;var showcommentnum = false;var showpostdate = false;var showpostsummary = true;var numchars = 100;</script> <script type="text/javascript" src="/feeds/posts/default/-/label name?published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs"></script>


KODE DESAIN LAIN
Berikut ini kode desain Posting Terbaru plus Gambar Thumbnail Per Label di Homepage Blogger lainnya

Kode di bawah ini akan menampilkan Posting Terbaru plus Gambar Thumbnail Per Label di Homepage Blogger tanpa thumbnail image besar, tapi seragam --berupa thumbnail kecil saja.

1. KODE CSS:

#main-home{width:687px; margin-bottom:30px; overflow:hidden}
#main-left h2, #main-right h2{border-top-right-radius:4px; border-top-left-radius:4px; background:#363b40; margin:0 -15px 0 -15px; padding:15px; color:#fff; font-family:&#39;Roboto Condensed&#39;,sans-serif; font-size:16px; font-weight:400}
#main-left{border-bottom:3px solid #ddd; border-radius:4px; background:#f9f9f9; padding:0 15px 0 15px; width:44.6%; float:left}
#main-right{border-bottom:3px solid #ddd; border-radius:4px; background:#f9f9f9; padding:0 15px 0 15px; width:44.6%; float:right}
img.label_thumb{float:left; margin-right:10px !important; margin-bottom:6px; margin-top:2px; height:65px; width:65px; border:#eee solid 4px}
.label_with_thumbs{float:left; width:100%; min-height:65px; margin:0 10px 10px 0; padding:0; line-height:1.3em}
ul.label_with_thumbs li{min-height:80px; margin:2px 0; padding:7px 0; border-bottom:1px dashed #ddd}
.label_with_thumbs li{font-size:13px; list-style:none; padding-left:0 !important}
.label_with_thumbs a{font-family:&#39;Oswald&#39;,Calibri,sans-serif; font-size:13px; padding-bottom:2px; font-weight:normal; color:#444; line-height:1.4em; margin-bottom:9px}
.label_with_thumbs a:hover{color:#2C82B1}
.label_with_thumbs strong{padding-left:0}


2. KODE JAVASCRIPT


<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[

function labelthumbs(e){document.write('<ul class="label_with_thumbs">');for(var t=0;t<numposts;t++){var n=e.feed.entry[t];var r=n.title.$t;var i;if(t==e.feed.entry.length)break;for(var o=0;o<n.link.length;o++){if(n.link[o].rel=="replies"&&n.link[o].type=="text/html"){var u=n.link[o].title;var f=n.link[o].href}if(n.link[o].rel=="alternate"){i=n.link[o].href;break}}var l;try{l=n.media$thumbnail.url}catch(h){s=n.content.$t;a=s.indexOf("<img");b=s.indexOf('src="',a);c=s.indexOf('"',b+5);d=s.substr(b+5,c-b-5);if(a!=-1&&b!=-1&&c!=-1&&d!=""){l=d}else l="http://3.bp.blogspot.com/-zP87C2q9yog/UVopoHY30SI/AAAAAAAAE5k/AIyPvrpGLn8/s1600/picture_not_available.png"}var p=n.published.$t;var v=p.substring(0,4);var m=p.substring(5,7);var g=p.substring(8,10);var y=new Array;y[1]="Jan";y[2]="Feb";y[3]="Mar";y[4]="Apr";y[5]="May";y[6]="June";y[7]="July";y[8]="Aug";y[9]="Sept";y[10]="Oct";y[11]="Nov";y[12]="Dec";document.write('<li class="clearfix">');if(showpostthumbnails==true)document.write('<a href="'+i+'" target ="_top"><img class="label_thumb" src="'+l+'"/></a>');document.write('<strong><a href="'+i+'" target ="_top">'+r+"</a></strong><br>");if("content"in n){var w=n.content.$t}else if("summary"in n){var w=n.summary.$t}else var w="";var E=/<\S[^>]*>/g;w=w.replace(E,"");if(showpostsummary==true){if(w.length<numchars){document.write("");document.write(w);document.write("")}else{document.write("");w=w.substring(0,numchars);var S=w.lastIndexOf(" ");w=w.substring(0,S);document.write(w+"...");document.write("")}}var x="";var T=0;document.write("<br>");if(showpostdate==true){x=x+y[parseInt(m,10)]+"-"+g+" - "+v;T=1}if(showcommentnum==true){if(T==1){x=x+" | "}if(u=="1 Comments")u="1 Comment";if(u=="0 Comments")u="No Comments";u='<a href="'+f+'" target ="_top">'+u+"</a>";x=x+u;T=1}if(displaymore==true){if(T==1)x=x+" | ";x=x+'<a href="'+i+'" class="url" target ="_top">More »</a>';T=1}document.write(x);document.write("</li>");if(displayseparator==true)if(t!=numposts-1)document.write("")}document.write("</ul>")}

//]]>
</script>


3. KODE HTML
Posisi widget: sebelum kode </div> penutup main wrapper

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<div id='main-home'>
<b:section class='main-left' id='main-left'/>
<b:section class='main-right' id='main-right'/>
</div>
</b:if>


4. HTML WIDGET
Layout > HTML/JavaScript

<script type='text/javascript'>var numposts = 4;var showpostthumbnails = true;var displaymore = false;var displayseparator = false;var showcommentnum = false;var showpostdate = false;var showpostsummary = true;var numchars = 60;</script>
<script type="text/javascript" src="/feeds/posts/default/-/Label Anda?orderby=updated&amp;alt=json-in-script&amp;callback=labelthumbs"></script>
<br/>
<a style='float:right;font-size:13px;padding:5px 0 20px 0' href='/search/label/Label%20Anda/max-results=6'  title='Testing other' rel='nofollow'>Testing other &#187;</a>

Itu dia Cara Membuat atau Memasang Widget Posting Terbaru plus Gambar Per Label di Homepage Blogger. (http://www.baticmedia.com).*

Menteri ESDM Arcandra Tahar Diberhentikan, Salah Siapa?

thumbnail
, ,
Menteri ESDM Arcandra Tahar Diberhentikan, Salah Siapa?
BELUM sebulan menjabat Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar diberhentikan dengan hormat oleh Presiden Jokowi.

Pemecatan Arcandra diumumkan Senin (15/8/2016). "Presiden memutuskan untuk memberhetikan saudara Arcandra dari posisi menteri ESDM," kata Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dalam keterangan pers.

Alasan pemberhentikan Arcandra sebagai Menteri ESDM adalah karena ia berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Penunjukkan seorang menteri pepegang passport asing melanggar UU. Pasal 22 Ayat (2) Butir a UU No. 39 Tahun 2008 terkait syarat pertama dan utama untuk menjadi menteri adalah warga negara Indonesia (WNI).

Jika Presiden tidak melakukan pencopotan, maka Presiden bisa saja dimakzulkan karena melanggar UU sesuai sumpah jabatannya.

Pemecatan Arcandra dinilai sebagai langkah tepat. Namun, pemberhentian saja tidak cukup karena ada langkah-langkah lain yang harus diambil setelah itu.

Menurut Ketua Umum Sekretaris Bersama Rakyat (Sekber) Mixilmina Munir, dalam 20 hari menjabat sebagai menteri di Indonesia, Arcandra sudah cukup banyak tahu arah kebijakan Indonesia, terutama di bidang migas.

"Dalam 20 hari masa kerjanya, Arcandra sudah sekian kali bertemu dengan Presiden Jokowi, menerima sekian arahan dan instruksi, serta membuat sekian kebijkakan. Bahkan, saya juga yakin Arcandra sudah bertemu dengan sekian banyak CEO perusahaan besar terkait dengan ESDM," tuturnya.

Dengan demikian, kata Mixil, ada banyak informasi dan kerahasiaan negara yang sudah dimasuki dan diketahui oleh Arcandra. Oleh sebab itu, setelah pencopotan ini, dia berharap Presiden Jokowi harus menginstruksikan instansi terkait untuk memeriksa Arcandra dan memastikan dia tidak dalam posisi menjadi alat kepentingan asing untuk merusak kedaulatan Indonesia di bidang ESDM.

Sebelumnya, pakar Hukum Tata Negara, Mahfud M.D., menyoal status kewarganegaraan pria kelahiran Padang 10 Oktober 1970, itu di akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, Sabtu (13/8/2016).

"Ada berita, Menteri ESDM Alcandra berkewarganegaraan USA stlh pindah kewarganegaraan sejak 2012. Kalau ini benar, ilegal," tulisnya.

"Menurut Psl 22 Ayat (2) Butir a UU No. 39 Th 2008 syarat pertama dan utama utk menjadi menteri adalah Warga Negara Indonesia."

SEBAGAI
rakyat, kita dibuat bingung dengan kasus ini. Muncul pertanyaan, kenapa pemerintah Jokowi-JK bisa kecolongan seperti itu? Ceroboh. Itu kata yang tepat dan sangat "memalukan" karena ini urusan negara.

Namun, bisa juga karena Arcandra "tidak jujur" alias berbohong kepada Jokowi soal kewarganegaraannya. Tapi, kok apa tidak diminta menunjukkan KTP dulu sebelum dituntuk dan dilantik sebagai menteri? (Sumber: beritasatu/fajar/hanter/antara).*