thumbnail

Jurnalistik Memasuki Era Kejayaan (Golden Age)

Jurnalistik Memasuki Era Kejayaan (Golden Age)
JURNALISTIK atau jurnalisme saat ini sudah memasuki era keemasan (golde age) berkat internet.

Dengan kata lain, internet membuat jurnalisme memasuki masa kejayaannya.

Sebuah artikel laman Business Insider, Journalism Has Entered A Golden Age, mengemukakan sejumlah fakta yang menjadi argumen jurnalisme memasuki "golden age".

Intinya, era sekarang, informasi begitu massif dan cepat tersebar luas sehingga dunia lebih well-informed dibandingkan era sebelumnya serta dalam ragam kemasan informasi --teks, audio, video, atau multimedia.

Setiap orang kini bukan saja menjadi user atau konsumen berita, tapi juga bisa menjadi publisher melalui media sosial --blog, Facebook, Twitter, Youtube, dan sebagainya. Di sisi lain, mayoritas lembaga penerbitan, termasuk TV, radio, majalah, bahkan suratkabar masih eksis.

"Anda tidak lagi membutuhkan media cetak untuk membuat dan mendistribusikan jurnalisme. Anda tidak harus mendirikan jaringan penyiaran atau stasiun radio. Yang Anda butuhkan adalah mata, telinga, penciuman, dan 'storytelling' (bercerita) serta perangkat penerbitan digital, termasuk smartphone," tulis Business Insider.

Selain itu, jurnalisme sekarang memiliki ragam format cerita, lebih dari sekadar teks dan foto. Para jurnalis bisa menyampaikan teks, foto, audio, dan video pada saat yang sama dan dalam satu format media --internet.

Saat ini juga tidak ada batasan ruang dan waktu untuk penyebarluasan informasi. Koran dibatasi halaman. Radio dan TV dibatasi durasi.

Namun, media internet (media siber, media online) relatif "unlimited". Informasi kini dapat diproduksi dan disebarluaskan baik secara ringkas maupun panjang, tergantung pada kebutuhan. (www.baticmedia.com).*

thumbnail

Pengertian & Jenis-Jenis Media Sosial

Pengertian & Jenis-Jenis Media Sosial
Media sosial adalah bagian dari media online. Apa bedanya dengan jejaring sosial? Apa saja jenis media sosial?

MEDIA Sosial (social media) adalah adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). 

Tanpa batas ruang dan waktu, para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.

Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. (Wikipedia).

Ciri utama media sosial yaitu pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu gatekeeper (editor), serta para pengguna bisa berkomentar bahkan menghapus pesan yang tidak disukainya.

Sejarah & Perkembangan Media Sosial

Six Degree (1997-2001) tercatat sebagai media sosial atau situs jejaring sosial (social networking) pertama di dunia. Sebelumnya, tahun 1995 muncul Class Mates namun lebih merupakan ajang reuni online lulusan SMA di Amerika Serikat.

Revolusi terjadi tahun 1999 sejak kemunculan media sosial berupa blog yang memfasilitasi semua orang untuk membuat situs pribadi (personal website).

Setelah itu bermunculan media-medis sosial lainnya, mulai Friendster (2002), jejaring sosial kalangan profesional LinkedIn (2003),  MySpace (2003),  Facebook (2004),  Twitter (2006), hingga Google+ (2011), Path, Instagram, hingga belasan medsos baru yang muncul tahun 2015.

Media sosial yang semula sebagai media komunikasi dan interaksi personal, kini berkembang menjadi sarana bisnis online dan publikasi informasi aktual yang menyemarakkan jurnalisme warga (citizen journalism).

Jenis-Jenis Media Sosial

Secara umum media sosial memiliki fasilitas yang sama, yakni berteman, chatting, berkukar info, foto, video, dan pean pribadi.

Berikut ini 6 jenis media sosial menurut praktisi marketing online Tim Grahl:

1. Social Networks3
Mengubungkan orang-orang atas dasar kesamaan minat dan latar belakang, seperti Facebook and LinkedIn.

2. Bookmarking Sites
Menyediakan layanan penyimpanan, penyusunan, dan pengelolaan tautan ragam situs web dan membaginya, seperti Delicious dan StumbleUpon.

3. Social News
Memungkinan semua orang memposting semua jenis berita dan link seperti Digg and Reddit.

4. Media Sharing
Pengguna bisa mengupload dan berbagi ragam media seperti gambar dan video, seperti YouTube dan Flickr.

5. Microblogging
Layanan online gratis yang fokus pada update ringkas (short updates) yang dipublikasikan dan dibagi kepada orang lain yang mengikuti (follow) atau berlangganan, seperti Twitter.

6. Blog Comments and Forums
Situs-situs pribadi berbasis platform blog gratis seperti Blogger dan Wordpress.

Perbedaan Media Sosial vs Jejaring Sosial

Sebenarnya tidak ada perbedaan antara media sosial dan jejaring sosial.

Media sosial adalah sarana. Jejaring sosial adalah pemanfaatan sarana itu untuk membangun jaringan pertemanan dan bahkan bisnis.

Ada juga yang menggabungkan kedua istilah itu menjadi "Social Media Networking" (Jaringan Sosial Media). Wasalam. (www.baticmedia.com).*

thumbnail

Standar Jurnalistik, Kode Etik, dan Kualifikasi Wartawan

Standar Jurnalistik, Kode Etik, dan Kualifikasi Wartawan
ISTILAH standar jurnalistik mengemuka saat pemerintah memblokir sejumlah situs Islam. 

Muncul pendapat, konten sebagian situs berita dakwah yang diblokir itu tidak memenuhi kaidah atau standar jurnalistik sehingga tidak bisa disebut produk jurnalistik.

Pengertian Standar Jurnalistik

Merujuk pada Kamus Bahasa, standar artinya "ukuran tertentu yang dipakai sebagi patokan. Jurnalistik artinya yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran --mengolah dan menyiarkan berita.

Tidak ada rumusan baku tentang pengertian standar jurnalistik. Merujuk pada pengertian standar dan jurnalistik menurut kamus bahasa di atas, standar jurnalistik bisa didefinisikan sebagai "patokan baku dalam penulisan informasi yang dipublikasikan melalui media massa".

Tulisan yang masuk kategori karya atau produk jurnalistik adalah berita (news), karangan khusus (feature), dan opini (views):
  1. Berita adalah laporan peristiwa terbaru atau cerita/keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.
  2. Feature yaitu karangan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih terperinci sehingga apa yang dilaporkan hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca.
  3. Opini yaitu tulisan berisi pendapat subjektif penulisnya tentang suatu masalah atau peristiwa.
Semua jenis tulisan, produk, atau karya jurnalistik tersebut harus berbasis fakta --sesuai dengan standar jurnalistik.

Sebuah tulisan disebut tidak memenuhi standar jurnalistik jika berupa karangan, khayalan, atau fiksi (tidak nyata, tidak faktual).

Standar Jurnalistik: Kode Etik

Standar jurnalistik juga bisa dikaitkan dengan kode etik jurnalistik atau etika profesi wartawan.

Etika ini dirumuskan dan ditetapkan secara formal oleh Dewan Pers dalam Kode Etik Jurnalistik, Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Di antara kode etik jurnalistik adalah:
  1. Tidak mencampurkan fakta dan opini --wartawan tidak boleh memasukkan opini pribadi dalam menulis berita.
  2. Berimbang atau meliput kedua pihak (covering both side).
  3. Cek dan ricek (disiplin verifikasi) agar akurat dan faktual.
  4. Tidak menulis berita bohong, fitnah, dan cabul.
  5. Tidak menerima suap dan menyalahgunakan profesi.
Sebuah tulisan di media yang tidak memenuhi kode etik tersebut disebut tidak memenuhi standar jurnalistik dan karenanya bukan produk jurnalistik.

Standar Jurnalistik: Kualifikasi Wartawan

Standar jurnalistik juga bisa dikaitkan dengan kualifikasi atau syarat menjadi wartawan (jurnalis).

Menurut UU No. 40/1999 tentang Pers (Pasal 1 poin 4), wartawan adalah “orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik”.

Menurut M.L. Stein (1993:5), pada umumnya wartawan adalah orang baik yang mencintai pekerjaannya. Jam kerja wartawan 24 jam sehari. Ia bekerja sepanjang waktu dan kadang-kadang bekerja di tempat bahaya atau terancam bahaya. Merekalah yang memburu berita (fakta atau kejadian), meliput berbagai peristiwa, dan menuliskannya untuk dikonsumsi orang banyak.

“Di mana terjadi suatu peristiwa, wartawan akan berada di sana,” kata M.L. Stein (1993:5), “seperti mata dan telinga para pembaca suatu harian.”

Wartawan adalah suatu profesi yang penuh tanggungjawab dan risiko. Karenanya, ia harus memiliki idealisme dan ketangguhan. Wartawan bukanlah dunia bagi orang yang ingin bekerja dari jam sembilan pagi hingga lima sore setiap hari dan libur pada hari Minggu. Tidak ada seorang pun tahu kapan kebakaran atau bencana lain akan terjadi.

Untuk menjadi wartawan, seseorang harus siap mental dan fisik. Coleman Hartwell dalam bukunya, Do You Belong In Journalism? menulis:

“Seseorang yang tidak mengetahui cara untuk mengatasi masalah dan tidak mempunyai keinginan untuk bekerja dengan orang lain, tidak sepantasnya menjadi wartawan. Hanya mereka yang merasa bahwa hidup ini menarik dan mereka yang ingin membantu memajukan kota dan dunia yang patut terjun di bidang jurnalistik”.

Wartawan Itu Profesional

Wartawan adalah seorang profesional, seperti halnya dokter atau pengacara. Ia memiliki keahlian tersendiri yang tidak dimiliki profesi lain (memburu, mengolah, dan menulis berita). Ia juga punya tanggung jawab dan kode etik tertentu.

Seorang sarjana India, Dr. Lakshamana Rao, menyebutkan empat kriteria untuk menyebutkan mutu pekerjaan sebagai profesi sebagaimana dikutip Ja’far Assegaf (1985:19):
  1. Harus terdapat kebebasan dalam pekerjaan tadi.
  2. Harus ada panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan itu.
  3. Harus ada keahlian (expertise).
  4. Harus ada tanggung jawab yang terikat pada kode etik pekerjaan.
Standar Profesi Wartawan

Setidaknya ada enam standar profesi wartawan sejati:

1. Well Selected

Terseleksi dengan baik. Menjadi wartawan semestinya tidak mudah karena harus memenuhi kriteria profesionalisme antara lain keahlian (expertise) atau keterampilan jurnalistik serta menaati kode etik jurnalistik.

2. Well Educated

Terdidik dengan baik. Wartawan seyogianya melalui tahap pendidikan kewartawanan, setidaknya melalui pelatihan jurnalistik yang terpola dan terarah secara baik.

3. Well trained

Terlatih dengan baik. Akibat kurang terlatihnya wartawan kita, banyak berita muncul di media yang bukan kurang cermat, tidak enak dibaca, dan bahkan menyesatkan.

4. Well Equipped

Dilengkapi dengan peralatan memadai. Pekerjaan wartawan butuh fasilitas seperti alat tulis, alat rekam, kamera, alat komunikasi, alat transportasi, dan sebagainya. Wartawan tidak akan dapat bekerja optimal tanpa dukungan fasilitas memadai.

5. Well Paid

Digaji secara layak sebagaimana layaknya profesional. Jika tidak, jangan harap “budaya amplop” bisa diberantas. Kasus pemerasan dan penyalahgunaan profesi wartawan akan terus muncul akibat “tuntutan perut”.

6. Well Motivated

Memiliki motivasi yang baik ketika menerjuni dunia kewartawanan. Motivasi di sini lebih pada idealisme, bukan materi. Jika motivasiya berlatar uang, maka tidak bisa diharapkan menjadi wartawan profesional atau wartawan sejati. Wasalam. (www.baticmedia.com).*

Sumber: Jurnalistik Terapan (Baticpress Bandung 2003) dan Jurnalistik Praktis (Rosdakarya Bandung 1999) karya Asep Syamsul M. Romli. Rujukan jenis-jenis tulisan jurnalistik: University of Richmond Writing Center.
thumbnail

Pengertian Media Online & Jenis-Jenisnya

Pengertian Media Online & Jenis-Jenisnya
Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-Jenis Media Online.


MEDIA Online adalah saluran penyampaian pesan dan pemikiran yang hanya bisa diakses melalui jaringan internet.

Secara bahasa, media online terdiri dari dua kata: media dan online.

Media --bentuk plural dari kata medium-- artinya saluran atau sarana. Online artinya terhubungn dengan komputer, jaringan komputer, atau internet.

Dari pengertian media online secara bahasa, maka secara umum, segala jenis media komunikasi yang memerlukan koneksi internet untuk mengaksesnya, baik dari sisi komunikan maupun sisi komunikator, dinamakan media online.

Business Dictionary mengartikan media online sebagai "digital media, which includes photos, video and music, distributed over the Internet, which are either non-copyrighted or copyrighted materials provided either freely or for a fee."

Media Baru

Media online --disebut juga media digital, media siber (cyber), dan media internet-- merupakan media baru (new media) setelah media cetak (suratkabar, majalah, tabloid) dan media elektronik (radio, televisi, film).

Dalam pengertian media online secara umum, yang termasuk media online antara lain email --termasuk mailing list (milis), situs werb (website), blog, WhatsApp, Line, We Chat, Facebook, Twitter, Path, Instagram, serta media sosial atau jejaring sosial (social networking).

Selain hanya bisa diakses melalui internet, yang membedakan media online dengan media konvensional (cetak) adalah konten multimedia --teks (huruf), gambar (foto), audio (suara), video (gambar bergerak), dan link (tautan).

Elemen konten media online yang sama sekali baru adalah link atau hyperlink, yaitu tautan ke informasi lain yang bisa diakses dengan sekali "klik", "touch", atau "tap".

Jenis-Jenis Media Online

Jenis-jenis media online yang kita kenal saat ini dapat diklasifikasikan menjadi

1. Mesin Pencari (Search Engine).

Situs web yang menjadi pintu masuk menuju berbagai informasi yang diinginkan atau dicari, seperti Google, Bing, dan Yahoo.

2. Portal.

Website yang menyediakan beraneka ragam informasi, yaitu portal berita (news portal) atau situs berita seperti CNN, BBC, Detik, Republika Online, Okezone, dll.

3. Media Sosial (Social Media) atau Jejaring Sosial (Social Networking). 

Situs web yang menjadi forum online untuk berinteraksi, berteman, berbagi informasi, ngobrol atau bertegur sapa, seperti Blog, Facebook, Twitter, Youtube, Flickr, Instagram, Linkedin, MySpace, Path, dll.
Situs-situs lembaga, instansi, perusahaan, yayasan, organisasi, dan situs pribadi (personal website) termasuk media sosial karena bertujuan utama "sosialisasi" kebijakan, produk, jasa, aktivitas, program, dan --untuk situs pribadi--berbagi pemikiran dan pengalaman serta membangun jaringan, klien, konsumen, kenalan, mitra bisnis, dll.

4. Aplikasi Chatting.

Yaitu software atau program yang memungkinan orang-orang mengobrol secara online tanpa batas geografis, seperti Skype, Yahoo Messenger, WhatsApp, Line, We Chat, dll.

5. Surat Elektronik (Electronic Mail, Email). 

Akun di sebuah situs web yang menyediakan sarana bertukar pesan atau informasi melalui internet, seperti Yahoo Mail dan Google Mail (Gmail).

6. Perdagangan Elektronik (Electronic Commerce, e-commerce)

Situs jual beli online, bisnis online, berupa penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran, serta transaksi barang dan jasa yang dilakukan secara online, termasuk Marketplace seperti Kaskus, Berniaga, Bukalapak, OLX (d/h Toko Bagus).

Jenis-Jenis Media Massa Online (Pers)

Selain jenis-jenis media online secara umum, ada juga klasifikasi media online dalam pengertian media massa (pers) online, yaitu media komunikasi massa yang mempublikasikan karya jurnalistik (berita, feature, opini), termasuk foto dan video.

  1. Edisi Online media cetak surat kabar, tabloid, atau majalah, seperti Republika Online dan Kompas Cyber Media.
  2. Situs Berita Online murni --tidak menyediakan edisi cetak, seperti Detik, Okezone, Viva News, Antara News.

Karakteristik Media Online

  1. Kapasitas luas --halaman web bisa menampung naskah sangat panjang
  2. Pemuatan (posting) dan editing naskah bisa kapan saja dan di mana saja.
  3. Jadwal terbit (publikasi informasi terbaru) bisa kapan saja bisa, setiap saat.
  4. Cepat, begitu di-upload langsung bisa diakses semua orang.
  5. Menjangkau seluruh dunia yang memiliki akses internet.
  6. Aktual, berisi info aktual karena kemudahan dan kecepatan penyajian.
  7. Update, pembaruan informasi terus dan dapat dilakukan kapan saja.
  8. Interaktif, dua arah, dan ”egaliter” dengan adanya fasilitas kolom komentar, chat room, polling, dsb.
  9. Terdokumentasi, informasi tersimpan di ”bank data” (arsip) dan dapat ditemukan melalui ”link”, ”artikel terkait”, dan fasilitas ”cari” (search).
  10. Terhubung dengan sumber lain (hyperlink) yang berkaitan dengan informasi tersaji.

Demikian Pengertian Media Online & Jenis-Jenisnya yang tentu saja "debatable" (bisa diperdebatkan).

Yang jelas, media online adalah media yang tersaji di internet dan hanya bisa diakses dan berfungsi melalui perangkat komputer atau gadget yang terkoneksi dengan internet. Wasalam. (www.baticmedia.com).*

thumbnail

Teknik Menulis di Media Online

Teknik Menulis di Media Online
CARA menulis di media online (media siber, media internet, media digital) berbeda dengan cara menulis di media cetak.

Karakteristik media dan kebiasaan pembaca media online membuat tulisan di media online harus disajikan berbeda dengan sajian naskah di media konvensional.

Tulisan di media online tersaji di layar monitor (screen). Karenanya, tulisan di media online hakikatnya dipindai (scan), bukan dibaca (read). Kecepatan membaca di media online juga lebih lambat dari media cetak.

Tulisan yang disajikan di media online hendaknya menggunakan "gaya menulis online" (online style writing) sebagai berikut agar tulisan mudah dipindai, dibaca, dipahami, dan nyaman di mata pengguna (user).

Teknik Menulis di Media Online

1. Ringkas.

Mata yang cepat lelah saat menatap layar monitor membuat tulisan pendek lebih mudah dibaca dan dipahami. Jika ulasannya harus panjang dan mendalam, maka naskah hendaknya dipecah menjadi beberapa tulisan atau di-break down dengan subjudul dan bullet list.

2. Alinea Pendek

Aturan baku penulisan paragraf, misalnya satu ide satu paragraf, tidaka berlaku di media online. Kalimat dan alinea hendaknya pendek saja agar lebih mudah dipindai/dibaca dan dipahami. Contoh terbaik gaya alinea pendek a.l. di situs BBC Indonesia.

3. Tidak ada Indent.

Awal alinea di media online tidak menggunakan tekuk/lakuk sebagaimana di media cetak. Gaya sajian naskah seperti buku atau karya ilmiah akan lebih sulit dipindai di media online. Sebagai gantinya ada di poin empat.

4. Jarak Antar-Alinea (White Space)

Sebagai "ganti" indent, naskah tulisan di media online harus menggunakan jarak antar-alinea atau spasi sehingga memunculkan "ruang putih" (white space) antarparagraf. Dengan begitu, tulisan akan lebih mudah dipindai/dibaca dan dipahami serta membuat nyaman mata user.

5. Rata Kiri (Left Aligned)

Rata kiri dalam menyusun paragraf merupakan standar penulisan di website seperti dikemukakan World Wide Web Consostium (W3C).

Rata kiri-kanan (justify/justified) merupakan gaya penulisan media cetak, terkesan formal, dan tidaka cocok untuk media online karena lebih sulit dipindai/dibaca.

Itulah sebabnya website terkemuka di dunia, seperti Google, Facebook, Yahoo, Twitter, CNN, BBC, The New York Times, juga media-media online terkemuka di Indonesia, seperti Detik, Kompas, Republika Online, menggunakan rata kiri dalam menyajikan naskah beritanya.

6. No ALL CAPS

Tidak menggunakan semua huruf kapital dalam judul tulisan. Alasan utamanya sama dengan nomor 5, yakni ALL CAPS akan sulit dipindai/dibaca oleh user.

7. To the Point

Tulisan di media online hendaknya langsung ke pokok masalah (to the point), tanpa menggunakan kata-kata yang berbunga-bunga atau indah (colorful words). Ini karena pembaca media online "terburu-buru" atau ingin cepat mendapatkan informasi.

Penulisan gaya piramida terbalik (inverted pyramid) yang mengedepankan poin terpenting di awal tulisan dan penggunaan bahasa jurnalistik yang ringkas dan lugas sangat baik untuk menulis di media online.

Gaya penulisan piramida terbalik juga terkait optimisasi mesin pencari atau Search Engine Optimization (SEO). Trik SEO akan membuat tulisan mudah dan cepat terindeks mesin pencari, utamanya Google, lalu ditemukan oleh user di halaman depan hasil pencarian (SERP).

Demikian Teknik Dasar Menulis di Media Online yang diolah dari berbagai sumber. Referensi terpopule soal desain dan penulisan online bisa disimak di NN Group pimpinan pakar web usability Jakob Nielsen.

Ke-7 poin cara menulis di media online juga berdasarkan hasil studi yang dilakukan Jakob Nielsen dkk di NN Group. Gaya penulisan online itu pula yang menjadi pembeda utama antara jurnalistik cetak dan jurnalistik online. Wasalam. (http://www.baticmedia.com).*

thumbnail

Dasar-Dasar Jurnalistik

Dasar-Dasar Jurnalistik
Dasar-Dasar Jurnalistik untuk Pemula (Basics of Journalism).

JURNALISTIK (jurnalisme) adalah ilmu, seni, dan etika menulis berita, feature, dan artikel opini untuk dipublikasikan di media massa.

Dari pengertian ringkas jurnalistik tersebut, ada enam kata kunci dalam dunia jurnalistik, yakni ilmu, seni, dan etika serta berita, feature, dan opini.

Ilmu, Seni, dan Etika Jurnalistik

Ilmu (knowledge) adalah wawasan, konsep, atau teori tentang jurnalistik, mulai dari pengertian, asal-usul (sejarah), jenis-jenis jurnalistik, hingga teori pengumpulan data atau bahan tulisan (collecting), penulisan (writing), penyuntingan (editing), dan publikasi (publishing) karya jurnalistik.

Seni (art) yaitu keterampilan (skills) jurnalistik, meliputi kepiawaian dalam mengumpulkan bahan berita atau meliput peristiwa (teknik reportase), menulis berita, mengedit, hingga menyebarluaskannya melalui media massa.

Termasuk dalam seni jurnalistik yaitu penguasaan bahasa jurnalistik dan wawancara.

Etika yaitu menyangkut sikap atau perilaku (attitude) dalam aktivitas jurnalistik yang mengacu pada kode etik jurnalistik atau etika profesi jurnalis/wartawan.

Di antara kode etik jurnalistik adalah cek dan ricek, konfirmasi, verifikasi, cermat (akurat), tidak berdusta, berimbang, tidak menghakimi, dan tidak mencampuradukkan antara fakta dan opini pribadi.

Karya Jurnalistik: Berita, Feature, Opini

Tiga kata kunci lain yang ada dalam pengertian jurnalistik adalah berita, feature (baca: ficer), dan opini.

Berita (News) adalah produk utama jurnalistik. Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai berita --aktual, faktual, penting, dan menarik.

Jenis-jenis berita antara lain berita langsung (straight news), berita "keras" (hard news), berita ringan (soft news), berita interpretasi (interpretative news), berita mendalam (depth news/indepth reporting), dan berita investigasi (investigative news).

Feature adalah tulisan yang berisi paduan antara berita dan opini yang ditulis dengan gaya bahasa sastra. Kata-kata atau kalimat yang digunakan berupa kata berona (colorful words) yang indah dan menggugah emosi, layaknya karya sastra (puisi, cerpen, novel).

Pengertian praktis feature yaitu cerita pendek (cerpen) yang berisi peristiwa aktual atau kisah nyata tanpa rekayasa alias bukan karangan.

Jenis-jenis feature antara lain feature perjalanan, feature biografi, feature tips, dan feature berisi kisah yang mengandung human interest berupa "fragmen" sebuah peristiwa aktual.

Opini --sering disebut artikel-- yaitu tulisan berisi pendapat subjektif penulisnya tentang suatu masalah atau peristiwa aktual. Artikel yang berisi pendapat redaksi disebut "tajuk" atau "tajukrencana" (editorial).

Artikel yang ditulis pakar di bidangnya disebut "kolom" (column).  Jenis opini lainnya adalah "pojok" dan karikatur.

Demikian ulasan ringkas tentang Dasar-Dasar Jurnalistik yang akan disambung pada posting berikutnya. Insya Allah. Wasalam. (http://www.baticmedia.com).*